Membingkai Sudut Ruang dengan Viewfinder Karton

Gunakan bingkai karton sederhana untuk membandingkan potongan pemandangan, memilih bentuk utama, dan mencoba komposisi pada sketchbook.

Bingkai karton membatasi komposisi pot tanaman di dekat jendela untuk digambar

Sebuah sudut ruang dapat terasa terlalu ramai ketika semua benda ingin dimasukkan ke gambar. Viewfinder sederhana membantu siswa memilih bagian yang akan diamati. Bingkai karton tidak menentukan gambar yang benar; ia memberi batas agar beberapa pilihan komposisi dapat dibandingkan.

Latihan ini dapat dilakukan dengan benda di meja atau sudut ruang yang terlihat dari posisi duduk. Gunakan objek yang mudah diamati tanpa perlu berpindah ke tempat yang tidak aman.

Siapkan bingkai sebelum latihan

Bingkai karton berlubang persegi panjang beserta potongan tengah, pensil, dan penggaris
Bingkai yang sudah dipotong siap dipakai untuk memilih pemandangan. Sisakan tepi yang cukup lebar agar mudah dipegang.

Mentor atau pendamping dapat menyiapkan karton dengan lubang berbentuk persegi panjang. Ukurannya tidak harus khusus; cukup nyaman dipegang dan mempunyai tepi yang rapi. Untuk siswa yang memerlukan pendampingan, pemotongan dilakukan oleh orang yang dapat memakai alat dengan aman sebelum sesi dimulai.

Sediakan kertas atau sketchbook dan pensil yang biasa digunakan. Pilih perbandingan sisi bidang gambar yang mendekati bingkai agar pemindahan bentuk tidak terasa membingungkan. Jika berbeda, jelaskan bahwa batas gambar merupakan pilihan lain yang juga dapat dicoba.

Bandingkan tiga potongan pemandangan

Tiga potongan pemandangan cangkir dan buku, dari cakupan lebih luas hingga bingkai tegak yang sempit
Perhatikan perubahan ruang kosong dan bagian buku yang terpotong. Pilih batas gambar dengan sengaja sebelum mulai membuat sketsa.

Duduk pada satu posisi, lalu arahkan bingkai ke sudut yang dipilih. Coba posisi mendatar, tegak, atau sedikit bergeser. Perhatikan benda mana yang masuk, bagian mana yang terpotong, dan ruang kosong yang terlihat di antara bentuk.

Buat tiga catatan kecil berupa kotak dengan garis sederhana. Catatan cukup menunjukkan letak bentuk utama. Tidak perlu mengisi tekstur atau menyelesaikan satu gambar sebelum mencoba potongan berikutnya. Tujuan putaran ini adalah melihat perbedaan keputusan pembingkaian.

Mentor dapat bertanya, “Apa yang paling cepat terlihat pada potongan ini?” atau “Bagian mana yang ingin dibiarkan di luar gambar?” Pertanyaan tersebut membantu siswa menjelaskan pilihannya tanpa harus mencari jawaban yang dianggap paling bagus.

Pilih satu susunan untuk digambar

Sketsa cangkir di kiri dan buku di kanan di dalam kotak gambar, dengan benda aslinya di belakang
Pindahkan letak benda dan ruang kosong ke kotak gambar terlebih dahulu. Detail kecil dapat menyusul setelah susunannya terbaca.

Pilih potongan yang paling menarik bagi siswa, lalu tandai posisi bingkai sebagai acuan. Usahakan posisi duduk serta arah pengamatan tetap sama selama putaran gambar. Jika berubah, siswa dapat mencatat bahwa potongan yang terlihat ikut berubah.

Mulai dari dua atau tiga bentuk besar. Bandingkan jarak bentuk dengan tepi bidang gambar sebelum menambah detail. Ketika suatu benda terpotong oleh bingkai, bentuk tersebut boleh tetap terpotong pada gambar; siswa tidak perlu memaksakan seluruh benda masuk hanya karena mengetahui bentuk lengkapnya.

Gunakan ruang kosong sebagai acuan

Perhatikan celah antara dua benda atau bidang dinding yang terlihat di belakangnya. Ruang kosong dapat menjadi bentuk pengamatan tersendiri. Siswa dapat membandingkan lebar celah atau arah garisnya untuk memeriksa susunan yang sudah digambar.

Jika komposisi masih terasa penuh, coba potongan yang lebih sederhana pada sesi berikutnya. Jangan menghapus semua percobaan yang kurang disukai. Catatan awal membantu siswa melihat bagaimana batas yang berbeda menghasilkan susunan lain dari pemandangan yang sama.

Coba satu meja dengan dua benda

Untuk contoh latihan, letakkan cangkir dan sebuah buku pada meja yang stabil. Dari posisi duduk, siswa mencoba bingkai mendatar yang memuat keduanya, lalu bingkai tegak yang hanya memperlihatkan cangkir dan sebagian buku. Buat dua kotak kecil untuk mencatat susunan tersebut. Tidak ada potongan yang harus dipilih; siswa dapat menjelaskan hubungan bentuk yang paling menarik baginya.

Pada pilihan mendatar, tanyakan seberapa besar ruang antara benda. Pada pilihan tegak, tanyakan bagian buku yang tetap terlihat dan bagaimana tepi potongan bertemu batas gambar. Pertanyaan yang menunjuk bagian nyata membantu siswa meninjau keputusan tanpa harus memakai istilah komposisi yang rumit. Mentor dapat menunjukkan titik acuan, lalu memberi siswa kesempatan membuat garis sendiri.

Periksa pilihan tanpa menghapus percobaan awal

Jika susunan pada kertas berbeda dari yang terlihat melalui bingkai, bandingkan satu bagian dahulu. Misalnya, periksa jarak cangkir ke tepi kiri sebelum mengubah seluruh gambar. Siswa dapat menambahkan catatan atau membuat kotak baru untuk mencoba susunan lain. Percobaan awal tidak perlu dibuang agar perubahan tetap dapat dilihat.

Setelah satu putaran selesai, minta siswa memilih hal yang ingin dipertahankan serta hal yang ingin diubah. Jawabannya bisa berupa arah bingkai, ruang kosong, atau jumlah benda yang masuk. Gunakan keputusan itu untuk menyusun latihan berikutnya dengan tingkat kesulitan yang sesuai. Kegiatan menjadi percakapan tentang pengamatan dan pilihan, bukan mencari satu bingkai yang dianggap benar untuk semua siswa.

Simpan keputusan pada sketchbook

Tulis objek atau sudut ruang yang diamati, potongan yang dipilih, dan satu hal yang ingin dicoba lagi. Misalnya, memberi ruang lebih luas di atas benda atau memakai bingkai tegak untuk melihat hubungan bentuk. Catatan ini membuat latihan berikutnya mempunyai titik awal.

Tingkat kesulitan mengikuti kesiapan siswa. Mentor dapat menyediakan dua pilihan potongan dahulu atau membantu membagi tugas menjadi pengamatan dan gambar sederhana. Jelajahi kelas Zumenart untuk membahas latihan yang sesuai, lalu temukan ide pengamatan lainnya di blog Zumenart.

Back to Blog