Menggambar Ruang Kosong di Sekitar Kursi Sederhana

Latihan mengamati celah di antara kaki dan sandaran kursi untuk membangun bentuk melalui ruang kosong.

Kursi kayu sederhana dan sketchbook untuk mengamati ruang kosong

Kursi sederhana dapat menjadi objek latihan yang menarik karena memiliki bagian padat dan celah yang mudah dibandingkan. Saat menggambar, kita sering langsung memikirkan kaki, dudukan, dan sandaran. Cara lain adalah mengamati ruang kosong di antara bagian tersebut terlebih dahulu, lalu membiarkan batas ruang membantu membentuk kursinya.

Latihan ini menggunakan satu kursi dengan bentuk yang cukup jelas dan posisi pandang yang tetap. Siapkan kertas serta pensil, lalu pilih tempat yang memberi ruang melihat objek tanpa perlu berpindah. Hasilnya tidak harus menjadi gambar sempurna. Tujuannya memahami hubungan bentuk melalui pengamatan yang dapat diulangi.

Pilih kursi dan posisi yang mudah diamati

Gunakan kursi yang aman diletakkan pada permukaan stabil. Sandaran dengan beberapa bilah serta kaki yang terpisah memberi celah yang dapat dikenali. Singkirkan benda yang menutup celah agar perhatian tidak terbagi. Tidak perlu memilih furnitur rumit dengan banyak ornamen untuk latihan pertama.

Duduk atau berdiri pada satu titik dan tentukan bidang gambar. Pastikan keseluruhan bagian yang ingin digambar terlihat. Bila hanya sebagian kursi masuk bidang, tetapkan batas itu sejak awal. Hindari berpindah sisi ketika sketsa belum selesai karena bentuk celah akan berubah mengikuti sudut pandang.

Perhatikan cahaya tanpa mencoba menilai bayangan secara rinci dahulu. Latar yang cukup berbeda dari kursi membantu melihat ruang. Kita akan mengamati batas celah, sehingga bentuk latar yang terlihat di antara bagian kursi menjadi bahan utama latihan.

Amati bentuk celah sebelum menggambar kursinya

Ruang di antara kaki dan bilah sandaran kursi ditandai pada sketsa
Celah pada sketsa diberi arsiran ringan agar bentuk ruang kosong mudah dibedakan.

Mulailah dari satu celah yang paling mudah dikenali, misalnya di bawah dudukan atau di antara bilah sandaran. Tanyakan bentuknya tanpa menyebut bagian kursi: apakah lebih tinggi daripada lebar, apakah sisi kiri miring, dan di mana ujungnya menyempit? Dengan cara ini, perhatian berpindah dari nama benda ke bentuk yang terlihat.

Buat tanda ringan untuk sudut atau titik perubahan arah. Hubungkan perlahan dengan garis tipis, lalu bandingkan dengan objek. Jika celah terlihat seperti segi empat yang tidak beraturan, pertahankan ketidakberaturannya. Jangan memaksanya menjadi bentuk geometris rapi hanya karena kita tahu kursi mempunyai bagian lurus.

Pada sketsa pengamatan, arsiran ringan dapat membantu membedakan ruang kosong dari bagian padat. Arsiran ini berfungsi sebagai penanda latihan, bukan kewajiban untuk gambar akhir. Gunakan tekanan yang cukup lembut agar batas masih mudah disesuaikan.

Bandingkan celah yang berdekatan

Setelah celah pertama, pilih ruang di sebelahnya. Bandingkan tinggi, lebar, dan posisi ujungnya terhadap ruang yang sudah digambar. Jangan memulai setiap celah seolah-olah berada di kertas berbeda. Hubungan antarcelah membantu menjaga susunan keseluruhan.

Misalnya, ruang di antara bilah sandaran dapat tampak lebih sempit pada satu sisi karena sudut pandang. Amati perbedaan tersebut alih-alih memberikan lebar yang sama untuk semuanya. Pada bagian kaki, bandingkan celah depan dan belakang sesuai apa yang benar-benar terlihat.

Jika ada keraguan, berhenti menggambar beberapa saat dan kembali melihat objek. Pilih satu perbandingan sederhana untuk diperiksa. Mengubah semua garis sekaligus membuat kita sulit mengetahui pengamatan mana yang sedang diperbaiki.

Bangun batas benda dari ruang yang sudah diamati

Sketsa kursi terbentuk dari batas ruang kosong yang diamati
Batas celah membantu menempatkan kaki dan sandaran tanpa harus menebak seluruh kursi sekaligus.

Batas celah adalah juga sisi bagian kursi yang berdekatan. Ketika ruang di bawah dudukan sudah ditempatkan, tepinya membantu menemukan kaki dan bagian bawah dudukan. Tambahkan garis benda dari hubungan ini, bukan menggambar ulang seluruh kursi berdasarkan ingatan.

Gunakan garis lebih tegas hanya pada bagian yang sudah cukup jelas. Tetap periksa lebar bagian padat di antara dua celah. Jika bilah sandaran tiba-tiba terlalu tebal, mungkin posisi salah satu ruang perlu ditinjau, bukan sekadar memperkecil bilah dengan garis baru.

Jangan terburu-buru memberi tekstur kayu, kain, atau bayangan. Selesaikan hubungan bentuk utama dahulu. Detail dapat menarik perhatian dari perbandingan ruang yang sebenarnya menjadi tujuan latihan.

Periksa satu hubungan pada satu waktu

Letakkan sketsa pada jarak pandang yang nyaman. Pilih pertanyaan terbatas: apakah celah bawah dudukan terlalu tinggi, apakah ruang sandaran bergeser, atau apakah kaki tampak terlalu dekat? Bandingkan satu bagian dengan kursi sebelum membuat perubahan.

Bagian yang dilihat Pertanyaan pengamatan
Celah bawah dudukan Tinggi dan lebarnya sudah sebanding?
Ruang sandaran Perbedaan sisi mengikuti pandangan?
Ruang antarkaki Ujung serta arah batasnya sesuai?
Bagian padat Ketebalannya masuk akal di antara celah?

Catat satu hal yang mulai mudah dilihat dan satu hal yang masih sulit. Catatan kecil tersebut berguna untuk latihan berikutnya tanpa harus memberi nilai pada gambar.

Ulangi dengan perubahan yang terbatas

Untuk percobaan berikutnya, ganti posisi pandang atau gunakan kursi lain yang tetap sederhana. Ubah satu faktor dahulu agar pengalaman sebelumnya masih dapat dipakai sebagai perbandingan. Sketsa kedua bisa lebih singkat karena kita sudah mengetahui pertanyaan yang ingin diperiksa.

Di Zumen, latihan menggambar dapat dilanjutkan melalui artikel seni lainnya. Pilih latihan yang mengajak melihat bentuk dari sudut berbeda dan simpan sketsa sebagai catatan pengamatan pribadi.

Menggambar ruang kosong memberi jalan masuk ketika seluruh objek terasa rumit. Satu celah yang diamati dengan baik dapat membantu menempatkan bagian lain, sehingga kursi terbentuk dari hubungan yang dilihat, bukan dari tebakan tentang seperti apa kursi seharusnya digambar.

Back to Blog